Tuesday, September 28, 2010

Zanetti Ingin Bisa Hadapi Juve

Milan - Javier Zanetti sepertinya sudah cukup pulih dari sakitnya. Bek veteran milik Inter Milan tersebut berkeinginan untuk bisa segera tampil di laga big match menghadapi Juventus akhir pekan mendatang.

Zanetti mengeluh sakit di dada bagian kanan setelah memperkuat timnya menghadapi Palermo dua pekan silam. Pemain berjuluk 'Si Traktor' tersebut lantas dibawa ke rumah sakit untuk diperiksakan kondisinya.

Ia sempat mengatakan sakitnya itu disebabkan hantaman bola yang mengenai perutnya. Namun Zanetti mengatakan tidak ada yang perlu di khawatirkan.

"Saya terkena di bagian perut tapi rasa sakitnya terus terasa, meski kami sudah menang. Ketika saya kembali ke ruang ganti saya merasa rongga dada saya seperi ada yang menghimpit ...," tukas Zanetti kala itu.

Namun kini kondisi Zanetti sudah berangsur-angsur pulih. Defender asal Argentina itu sudah tak sabar lagi ingin merumput dan membela La Beneamata melawan Juventus pada Minggu (4/10/2010) dinihari.

"Saya baik-baik saja. Saya sudah sembuh dan saya berharap bisa kembali tampil melawan Juventus," ujar Zanetti di Football-Italia.(suber berita)

Cedera Amauri Tidak Cerius

TURIN – Hati Amauri Carvalho tengah sumringah. Pasalnya, cedera pergelangan kaki yang dialaminya tidak terlalu serius. Amauri bisa sembuh cepat dan kembali tampil membela Juventus, melawan Inter Milan.

Amauri harus terkapar mengalami cedera, kala Juventus menang 4-2 melawan Cagliari, akhir pekan lalu. Sempat dikhawatirkan cedera striker andalan Juve ini parah, dengan kerusakan di ligamen. Tapi, pelatih Luigi Del Neri bisa bernafas lega.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ada kerusakan parah di pergelangan Amauri. Striker berdarah Brasil ini hanya akan absen pada laga Europa League melawan Manchester City, pertengahan pekan ini.

Amauri bisa kembali mempertajam lini depan Nyonya Besar di laga big match Serie A melawan juara bertahan, Inter Milan, di San Siro, Senin (4/10/2010).

"Hasil scan menunjukan bahwa tidak ada yang serius pada cedera pergelangan kaki kanan Amauri. Dia akan melanjutkan perawatan dan diharapkan akan sembuh dalam waktu cepat,” jelas dokter tim Juve seperti dilansir Italian Footbal, Selasa (28/9/2010).

"Kondisinya akan segera dievaluasi oleh staf medis dan diumumkan dalam beberapa hari kedepan," lanjut pernyataan tersebut.(sumber berita)

Ibra Nomor Satu

AMSTERDAM – Pujian besar kembali datang buat Zlatan Ibrahimovic. Kali ini datang dari calon lawan AC Milan di babak fase grup Liga Champions, Ajax Amsterdam. Punggawa The Amsterdammers memuji sekaligus mengkhawatirkan Ibra sebagai striker yang mematikan.

Pelatih Ajax Martin Jol secara terang-terangan menyebut sosok mantan striker Ajax itu sebagai bomber nomor satu di dunia. Jol akan menginstruksikan anak asuhnya untuk memberikan perhatian lebih kepada Ibra di pertandingan, Grup G, Rabu (29/9/2010), dini hari nanti.

"Ibrahimovic adalah striker terbaik di dunia. Saya rasa daya serang skuad Milan jauh lebih berbahaya daripada Real Madrid," papar Jol seperti disitat Italian Football, Selasa (28/9/2010).

Kekhawatiran Jol bukan tanpa alasan. Ibra menjelma menjadi bagian penting Rossoneri sejak bergabung di awal musim ini. Pada laga perdana Milan di Liga Champions melawan Auxerre, bintang asal Swedia itu memborong dua gol kemenangan Milan.

Ibrahimovic juga tercatat sebagai striker yang selalu mencetak gol di tim berbeda, yang dibelanya di pentas Eropa. Ajax pernah merasakan sentuhannya, kemudian Juventus, lalu Inter Milan, di Barcelona musim lalu dan kini di AC Milan. Hanya konsisten bermain yang kini dibutuhkan bomber jangkung tersebut.

Defender Ajax asal Belgia Jan Ventonghen, juga mengeluarkan pujian kepada Ibrahimovic.

"Melawan Ibra, kami harus konsentrasi 100 persen selama 90 menit. Kami membutuhkan pertahanan terbaik untuk melawan pemain sekelas dirinya," tutur Ventonghen.

Ajax sendiri sudah menelan kekalahan 0-2 dari Real Madrid, pada laga perdana LC 2010/2011, dua pekan lalu. Bila gagal memetik poin penuh, maka langkah The Amsterdammers akan semakin berat untuk bisa menembus babak 16 besar.

(sumber berita )

Hargreaves 'Panaskan' Lini Tengah MU

Manchester - Kubu Manchester United boleh senang karena Owen Hargreaves yang sudah lama absen kini telah kembali. Tetapi hal ini sekaligus akan menambah sengit persaingan di lini tengah.

Setelah kembali dari perawatan di Amerika Serikat, Hargreaves telah menunjukkan tanda-tanda kesembuhan yang pesat. Ia telah kembali berlatih bersama skuad utama MU dan siap dimainkan jika kondisinya telah dinyatakan fit.

Michael Carrick juga sudah kembali berlatih pasca cedera otot Achilles. Demikian pula dengan Anderson. Pemain Brasil ini sudah membuktikan kesiapannya saat dimainkan dalam ajang Piala Carling menghadapi Scunthorpe pekan lalu.

Dengan demikian Hargreaves, Carrick dan Anderson akan siap berebut satu tempat bersama Darren Fletcher. Pesepakbola Skotlandia ini akhir-akhir ini sering diturunkan sebagai starter berduet dengan Paul Scholes karena penampilan yang oke dan sering menjadi pemecah kebuntuan.

Kendati demikian, fakta ini adalah berita bagus buat MU. Dengan jadwal padat pertandingan yang ada maka Sir Alex Ferguson akan memiliki banyak pilihan pemain untuk dirotasi sehingga mengurangi risiko cedera pemain seperti yang dialami musim lalu.

"Kompetisi ini cukup hebat, ini akan membuat semua pemain mengeluarkan performa terbaiknya," terang Fletcher di situs resmi MU. "Sungguh penting punya sebuah skuad yang bagus karena ini akan jadi musim yang panjang."

"Kami berpengalaman pada musim lalu dengan banyak pemain yang cedera dan itu merepotkan kami," tukas dia.(sumber berita)

'Si Kembar' Penjaga Benteng Liverpool

Liverpool - Musim ini ada dua "anak kembar" yang menjadi pilar pertahanan Liverpool. Mereka bukan saudara sedarah, namun begitu mirip. Bahkan kekasih salah satu dari mereka sulit membedakannya.

"Si kembar" itu adalah Martin Skretel dan Paul Konchesky. Nama terakhir bergabung dengan pasukan Anfield pada musim panas tahun ini.

Penampilan keduanya sekilas mirip. Berkepala botak dan bertubuh tinggi. Namun bila disuruh berdampingan, Skrtel lebih tinggi dibandingkan Konchesky. Bek Slovakia bertinggi 191 cm, sementara bek kiri Inggris tingginya 178 cm.

"Saya pikir banyak orang akan bingung ketika kami berdua bermain bersama, sebab kami cukup persis. Bahkan pacar saya mengatakan dia masih sering tertukar ketika melihat kami tampil bersama di televisi," tukas Skrtel seperti dikutip dari situs resmi klub.

Dikutip dari Soccernet, kedua "anak kembar" ini sejauh ini bermain bersama dalam tiga pertandingan yakni melawan Birmingham, Manchester United dan Sunderland.

Skrtel punya harapan agar dirinya bersama Konchesky, dan pemain baru Liverpool yang lain plus sang manajer anyar segera saling beradaptasi agar tim mampu meraih hasil positif guna mengembalikan "Si Merah" ke jalurnya.

"Banyak hal yang berubah di Liverpool. Manajer baru, pemain baru, staf medis baru, dan orang-orang baru di posisi lainnya. Memang situasinya akan sulit ketika banyak terjadi perubahan," ujar Skrtel.

"Orang berharap hasil instan tapi kami tidak bekerja dengan cara seperti itu. Kami semua butuh waktu--manajer dan juga pemain baru--untuk bekerja bersama," pungkas pemain kelahiran 15 Desember 1984 itu.
(sumber berita)

PR untuk Juve: Benahi Pertahanan

Turin - Soal penyerangan, Juventus sudah oke. Meski begitu Bianconeri masih memiliki pekerjaan rumah yang tak kalah pentingnya yakni membenahi pertahanan.

Juventus berhasil mengalahkan Cagliari 4-2 dalam pertandingan yang berlangsung dinihari tadi. Tambahan empat gol ke gawang I Isolani menjadikan koleksi gol La Vecchia Signora di Seri A menjadi 12 atau yang paling produktif di antara kontestan lainnya sejauh ini.

Meski begitu Juventus juga menjadi tim yang paling banyak kebobolan sejauh ini dengan sembilan gol yang bersarang di gawang mereka. Itu pun belum dihitung dengan tiga gol yang digelontorkan tim 'gurem' Lech Poznan di ajang Liga Europa.

Secara penyerangan Juventus sudah oke. Tak hanya pemain depan, namun pemain dari lini kedua seperti Miros Klasic dan pemain bertahan Leonardo Bonucci juga mampu menyumbang gol.

Namun bisa mencetak gol banyak akan percuma bila tetap kebobolan banyak. Itu sebabnya Juve masih harus membenahi pertahanannya.

"Tim ini baru bersama dalam waktu yang belum lama dan memang tidak banyak sesi latihan untuk sisi defensif," jelas Bonucci dilansir dari situs resmi Juve.

"Dengan memberikan perhatian lebih misalnya, kami bisa terhindar dari kebobolan gol seperti yang dicetak Alessandro Matri (Cagliari). Ketika itu saya seharusnya bisa lebih ke belakang dan menjaga lebih baik lagi," lanjutnya.

"Kami harus membenahi barisan pertahanan. Kami selalu berusaha untuk menerapkan apa yang diinginkan pelatih di setiap pekan. Kini kami harus berusaha untuk memahami lebih baik lagi dan berusaha lebih keras di setiap latihan agar bisa lebih baik lagi," tuntas dia.(sumber berita)

Di Vaio Masih Jago

Bologna - Untuk klub-klub semenjana, Marco di Vaio sepertinya punya peruntungan yang baik. Bahkan di usianya yang semakin senja pun ia masih bersaing dengan penyerang-penyerang top lain di musim ini.

Di Vaio masih bermain di level tinggi dan sedang melakoni musim ketiganya di Seri bersama Bologna. Dan di awal musim ini ia menunjukkan performa yang pastinya memuaskan pelatih Malesani.

Dari lima pertandingan sebagai starter, empat gol berhasil disarangkan penyerang Italia berusia 35 tahun itu, dan semuanya dihasilkan dalam tiga laga terakhir.

Di Vaio adalah sosok yang membuyarkan kemenangan AS Roma di giornata ketiga di Olimpico. Dua gol yang ia buat di menit 77 dan 90 membuat Giallorossi harus rela menerima hasil imbang 2-2.

Di pekan berikutnya Di Vaio kembali mencetak gol di injury time babak kedua, yang membuat Bologna meraih kemenangan 2-1 atas Udinese. Dan tadi malam, Minggu (26/9/2010), ia melanjutkan produktivitasnya saat Rossoblu bertandang ke Catania.

Di menit 39 Bologna mendapat hadiah penalti, dan Di Vaio maju sebagai algojo. Tembakannya memang diblok kiper Mariano Andujar, tapi ia berhasil membuat rebound dan menceploskan bola ke gawang. Sayangnya gol itu tidak menjadikan Bologna sebagai pemenang karena Catania menyamakan kedudukan di babak kedua, dan pertandingan berakhir 1-1.

Buat Di Vaio ini menunjukkan bahwa kemampuannya masih terjaga. Dua musim lalu misalnya, ia secara mengejutkan mengoleksi 24 gol di Seri A, yang membuatnya hanya terpaut satu gol dari torehan Zlatan Ibrahimovic (Inter) yang menjadi top skorer kompetisi.

Statiststik mencatat, Di Vaio sudah mendulang 117 gol dari 272 pertandingan Seri A, sejak ia melakoni debutnya di level itu di tahun 1994. Ia pernah pula bermain di Seri B bersama Verona, Bari, Salernitana dan Genoa.

Di level atas, Di Vaio relatif kurang beruntung saat membela tim-tim besar. Ia pernah dua musim memperkuat Juventus, tapi hanya menghasilkan 18 gol dari 55 pertandingan. Itu sebabnya ia dilego ke Valencia, di mana ia hanya bertahan satu musim sebelum dikirim ke Monaco dan bermain dua tahun di Prancis, dengan hasil mengecewakan pula.

Begitu juga di tim nasional. Ia hanya bertahan tiga tahun sebagai pemain Gli Azzurri, dari 2001-2004. Hanya 14 kali ia berkesempatan merasakan pertandingan internasional dan dari situ cuma menghasilkan dua gol.

Tapi di klub-klub medioker, jebolan akademi Lazio itu punya karir yang cukup cemerlang. Salernitana, Parma, dan Genoa sudah merasakan kontribusinya, dan kini Bologna masih mendapatkannya.
(sumber berita)

Bukan Taman Hiburan, Milan Dituntut Scudetto

Milan - Melakukan banyak pembelian di musim panas, AC Milan belum tampil meyakinkan. Kalau tak mau disamakan dengan taman hiburan, Rossoneri dituntut Adriano Galliani bisa memenangi Scudetto.

Kedatangan Zlatan Ibrahimovic dan Robinho membuat Milan jadi favorit kuat menjuarai Liga Italia musim ini. Namun masih di awal kompetisi, performa Rossoneri masih jauh dari meyakinkan karena mereka beberapa kali tergelincir justru saat menghadapi tim kecil.

Selain kalah mengejutkan atas Cesena, Diavolo Rosso cuma bisa bermain imbang ketika menghadapi Catania dan bertandang ke Lazio. Kondisi yang kalau tak buru-buru diperbaiki jelas mengkhawatirkan karena Milan punya banyak pesaing berat yang harus diatasi.

“Milan harus memenangi liga. Kami bukan taman hiburan. Milan terus berkembang dan untungnya jarak dengan puncak (klasemen) kini menipis. Sepuluh poin dalam lima pertandingan menunjukkan kalau ada keseimbangan (dalam tubuh tim)," sahut Wakil Presiden Milan, Adriano Galliani di Football Italia.

Langkah Milan merapat ke puncak klasemen terbantu dengan kekalahan Inter Milan atas AS Roma akhir pekan kemarin. Hasil laga tersebut membuat skuad besutan Masimilliano Allegri cuma terpaut dua angka dengan Nerazzurri dan Lazio yang berbagi posisi di puncak klasemen.

"Tim kecil yang datang ke San Siro sebelumnya cuma bertahan, sekarang mereka bermain. Mereka menyerang. Normalnya tim yang lebih kuat menang dan kami harap bisa menjadi tim itu. Milan harus berkonsentrasi selain juga tampil menghibur," lanjut pria berkepala botak itu.
(sumber berita)

Saling Sindir Totti dan Di Canio

Roma - Francesco Totti mendapat kritikan pedas dari Paolo di Canio terkait kelakuannya saat diganti di pertandingan melawan Inter Milan. Melalui blog-nya kapten AS Roma itu memberi "sentilan" balik.

Pada laga tersebut Totti ditarik keluar oleh pelatih Claudio Ranieri di menit 76, digantikan oleh Mirko Vucinic, yang justru mencetak gol kemenangan Roma di injury time. Totti terlanjur kesal dan marah. Dia kabarnya langsung pergi dan tidak ikut merayakan kemenangan tim di dressing room.

Di Canio yang pernah bermain untuk Lazio heran dengan kelakukan Totti tersebut. Menurut dia, tidak sepatutnya seorang kapten berbuat seperti itu.

"Betul-betul memalukan. Semua pemain boleh marah dengan alasan itu, tapi aku takkan meninggalkan lapangan dengan cara begitu. Itu tandanya Anda tidak menghormati teman-teman tim yang ada di lapangan. Tugas kapten adalah tetap di dekat tim," ujar Di Canio.

Ia menambahkan, Totti memperlihatkan dirinya yang mementingkan diri sendiri. "Dia memang pemain hebat, tapi sekarang berbeda. Pemimpin sejati tahu bagaimana berkorban untuk tim. Contohnya Ryan Giggs dan Paul Scholes. Mereka mau saja bermain sebagai bek buat Manchester United tanpa kontroversi apapun."

Totti, yang pada 27 September kemarin merayakan ulang tahunnya yang ke-34, tidak tinggal diam dikecam sedemikian rupa oleh pria yang pernah pula memperkuat Juventus, Napoli, AC Milan dan West Ham United itu.

"Karena dia sedang masuk TV dan akan diperhatikan orang, dia tentu saja harus membicarakan aku. Aku memahami dia," tulis Totti dalam situs pribadinya."Sebaliknya, dia juga 'kan pakarnya jimat-jimat. Dia sering mengibar-ngibarkannya dalam karirnya yang pendek itu."

Di Canio tidak perlu waktu lama untuk membalas lagi ledekan Totti. "Yang membuatkan tulisan buat dia itu semestinya bisa lebih baik lagi. Kadang-kadang, sesuatu itu semestinya bisa lebih baik lagi. Ini pula yang dikatakan orang-orang Roma selama 10 tahun," tukasnya dikutip Corriere dello Sport.

"Okelah, aku memang ngecap, tapi aku mengatakan apa yang aku pikirkan. (Alberto) Aquilani mengidolakan Totti, melihatnya sebagai juara yang hebat. Tapi itu bukan berarti Anda melihat seorang pemimpin," lanjut Di Canio, yang juga menganggap Totti tidak punya kharisma jika kelakuannya seperti itu.
(SUMBER)